Sabtu, 19 Maret 2016

Efek samping obesitas

Kegemukan atau obesitas sebetulnya merupakan suatu penyakit. Namun, masih banyak penderitanya yang tidak menyadarinya. Padahal, bahaya sudah jelas mengintai pengidapnya. Secara umum obesitas berarti kegemukan. Dulu untuk mengukur berat ideal cara yang digunakan adalah tinggi badan dikurangi 100. Sekarang  kalangan medis mengukur kegemukan dengan menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT). IMT diukur dari berat badan dalam kilogram, dibagi tinggi badan dalam meter yang dikuadratkan. Menurut dr. Samuel Oetoro, M.S. SpGK, ahli gizi dari Semanggi Specialist Clinic, untuk ukuran orang Indonesia, IMT yang menunjukkan angka 18,5 – 23 berarti normal.




Adapun efek samping dari obesitas adalah:

Susah Bernapas

Pada dasarnya penderita obesitas itu akan mengalami kesulitan untuk bernafas  dan nafasnya kadang pendek. penyebabnya adalah penumpukan lemak yang berlebih di sekitar leher dan dada, sehingga mengalami kesulitan dalam menghirup dan menghembuskan udara saat bernafas.

Masalah Kulit 

Perubahan hormon pada kulit. lemak yang berlebihan juga dapat membuat kulit lebih melebar yang akan menimbulkan Lipatan-lipatan kecil. Selain itu, lipatan lemak tadi dapat membuat jamur dan bakteri tumbuh secara cepat.

Nyeri Pada Persendian Lutut

Nyeri pada persendian dan otot kaki Sering kali di alami oleh penderita obesitas. kelebihan berat badan dapat menambah tekanan pada lutut dan pergelangan kaki.

Peningkatan Asam Lambung

Obesitas juga dapat meningkatkan asam lambung  hal ini sangat tidak baik karena jika terjadi maka si penderita akan merasakan sensasi terbakar, rasa sakit dan tekanan di sekitar dada dan leher. Semuanya disebabkan oleh lemak menekan daerah lambung yang membuat asam lambung menjadi meningkat.

Depresi 

obesitas dapat memicu depresi dan cenderung lebih mudah stres. Itu semua dikarenakan perasaan rendah diri dan malu yang mendorong orang itu menjadi lebih mudah stres dan depresi.

Mendengkur Diwaktu Tidur 

Mendengkur (ngorok) disaat tidur menjadi salah satu resiko bahkan masalah besar orang-orang disekitarnya. Hal ini disebebkan jaringan lemak pada tubuh berkontribusi menyebabkan tidur mendengkur dan susah tidur/Insomnia.

Sakit Punggung 

Pada Umumnya penderita obesitas sering mengeluhkan akan sakit punggung. Hal ini disebabkan penambahan beban tulang belakang oleh penumpukan lemak. Resiko fatal jika berat badan tidak kunjung diturunkan, pada tulang punggung dapat meningkatkan risiko patah tulang dari dalam tubuh.

Darah Tinggi 

Tidak sedikit penderita obesitas yang menderita tekanan darah tinggi atau hipertensi yang mana pemicu terjadinya penyakit jantung dan ini merupakan resiko yang paling berbahaya bagi tubuh.

Datang Bulan Tidak Teratur 

Pengaruh lainnya adalah datang bulan tidak teratur yang lebih di akibatkan adanya ketidak seimbangan hormon, hal ini juga dipicu oleh obesitas yang membuat kinerja hormon tidak berfungsi dengan normal.

cari tahu tentang masalah kegemukan hanya di www.ceritasari.com